Mengenal ISO 19650 BIM Untuk Konstruksi Bangunan Yang Lebih Baik

Apa itu ISO 19650? ISO 19650 BIM (Building information modelling) adalah standarisasi untuk organisasi/badan usaha penyelenggara di bidang konstruksi, yang diterbitkan pada Desember 2018.

Seiring dengan perkembangan industri konstruksi global yang ikut membawa serta proyek-proyeknya membutuhkan sebuah alat model informasi bangunan yang efisien, seperti BIM yang mengelola informasi tekait hal tersebut.

Satuan standar informasi internasional yang telah diterbitkan ini dimaksudkan agar penggunaan BIM dapat berkembang di seluruh proyek dan beragam batasan sehingga mampu menguntungkan industri secara keseluruhan.

Hubungan antara ISO 19650 dengan BIM terletak pada penggunaan representasi aset secara digital dari objek – objek seperti bangunan gedung, jembatan, jalan dan sejenisnya, guna memfasilitasi gambar desain, konstruksi dan proses pengerjaan sebagai dasar atau acuan di dalam melaksanakan pembangunan.

Saat ini ada beberapa standarisasi ISO 19650 seperti;

ISO 19650-1

digunakan untuk melakukan konsep dan prinsip mendesain untuk organisasi dan digitalisasi informasi bangunan pada pekerjaan teknik sipil

ISO 19650-2

digunakan untuk tahap pengiriman aset dari sebuah pemodelan bagi organisasi dan digitalisasi informasi bangunan pada pekerjaan teknik sipil

ISO 19650-3

digunakan untuk tahap pengerjaan aset permodalan bagi organisasi dan digitalisasi informasi bangunan pada pekerjaan teknik sipil

ISO 19650-2

digunakan untuk pendekatan keamanan dalam manajemen informasi bagi organisasi dan digitalisasi informasi bangunan pada pekerjaan teknik sipil

Secara garis besar ISO 19650-1 menjelaskan mengenai prinsip, konsep dan terminologi pemodelan, ISO 19650-2 menyajikan detail proses manajemen informasi, ISO 19650-3 berfokus pada fase operasional aset dan yang terakhir ISO 19650-5 ditujukan untuk keamanan informasi.

Manfaat lainnya yang bisa anda dapatkan dari ISO 19650 yaitu dapat memperkuat developer atau klien ataupun pihak yang menyediakan proses terstruktur untuk mengimplementasikan proyek BIM.

Tentunya standar ini menyoroti peran utama dari klien ketika melakukan kolaborasi untuk menetapkan persyaratan informasi proyek secara mendetail. Selanjutnya persyaratan ini akan menjadi dasar untuk melakukan desain, konstruksi dan pengoperasian aset.

Jika klien tidak memberikan informasi sesuai dengan standarisasi, maka dapat dikatakan bahwa proyek yang akan dijalankan tidak berdasarkan pada ISO 19650, dan tentunya akan berdampak pada kualitas hasil dari pengerjaan yang dilakukan. Cara mendapatkan sertifikasi ISO 19650 dapat dilakukan dengan mudah melalui pelatihan – pelatihan online maupun offline yang merujuk kepada BIM.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Open chat
Diskusi dengan kami
Diskusi langsung dengan kami via Chat Whatsapp